Thursday, October 16, 2014

MOTIVASI : Arti Sebuah Keinginan

Pernahkah kamu berpikir tentang sesuatu yang sangat kamu inginkan? Kamu begitu menginginkan hal itu dan selalu kamu ucapkan dalam setiap baris doamu. Kamu mengulanginya. Terus mengulanginya. Memohon pada tuhan untuk mengabulkannya. Tapi pada akhirnya. Hal itu tidak pernah kamu dapatkan.

Kamu kecewa, menangis, dan berhenti berharap. Kamu tidak lagi percaya pada Tuhan dan berhenti berdoa.

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa memang tidak semua hal yang kita inginkan itu bisa kita dapatkan. Bukan karena Tuhan tidak peduli, dan juga bukan karena kamu lemah. Tahukah alasannya? Itu semua karena kamu berhenti berharap.

Jika kamu menangisi kegagalan itu adalah hal yang biasa. Tapi menangisi kegagalan sampai berlarut-larut akan terus membuatmu jadi orang yang biasa. Maukah kamu menjadi orang yang biasa?

Terkadang seringkali kita menyerah disaat kita sudah sangat dekat dengan keberhasilan. Kita sudah menggali begitu dalam dan tinggal sedikit lagi kita bisa menemukan mata air untuk sumur kita. Tapi karena lelah yang sebenarnya masih bisa kita tahan. Kita memutuskan untuk berhenti.

Dengar! Kamu bisa mendapatkannya. Sekali lagi aku bilang, kamu bisa! Kenapa kamu menghakimi dirimu sendiri akan kegagalanmu? Menganggap bahwa kamu bodoh, menganggap kamu tidak bisa, bilang kalau orang lain lebih baik dari kamu! Itu salah besar!

Bahkan untuk seseorang yang kamu cintai. Cinta bertepuk sebelah tangan? Aku juga pernah mengalaminya. Aku menyukai seseorang selama bertahun-tahun. Seseorang yang sepertinya sudah tidak akan bisa lagi aku miliki. Aku akan sedikit bercerita.

Aku menyukainya, tapi aku selalu menunjukkan hal buruk ku kepadanya. Aku bahkan mencari masalah dengan teman dekatnya. Bukankah itu terdengar bodoh untuk seseorang yang sedang memperjuangkan cinta.

Dalam suatu kesempatan aku akan menyatakan cintaku padanya. Dia menunggu kata-kata dariku. Tapi tak sepatah pun kata yang keluar dari mulut si pecundang bodoh ini. Aku terlalu grogi sampai tidak bisa berkata apa-apa tapi kesimpulannya aku sudah menunjukkan kepadanya bahwa laki-laki yang menginginkannya adalah laki-laki banci yang tidak gentle.

Pada akhirnya dia bersama dengan orang lain. Semua terasa mustahil bagiku. Aku menangis, aku mencoba melupakan semua kesakitan itu. Aku berlari dan terus belari dan berharap semua rasa itu akan menghilang. Semua rasa penat tergantikan oleh hati yang hancur. Aku terus berlari sambil melupakannya.

Aku terus berpikir bahwa hubungan mereka akan terus langgeng sampai ke pernikahan. Jika boleh jujur aku baru satu kali jatuh cinta. sangat menyakitkan. Aku ingin dia tau bahwa itu sangat menyakitkan.

Dia mengatakan padaku untuk tidak lagi menganggap bahwa kita pernah berkenalan. Aku sangat hancur. Aku bahkan tidak nafsu makan selama satu minggu. Aku hanya berpikir dia memanggil sayang kepada orang lain dan bukan aku. Aku mengatakan pada Tuhan bahwa dia adalah satu-satunya yang kuinginkan. Tapi Tuhan hanya diam. Tuhan pura-pura tidak dengan sementara aku terus menangis. Tuhan, ini sungguh tidak adil kataku.

Kira-kira satu tahun waktu berlalu aku mencoba bangkit dari rasa sakit itu. Akhirnya aku tahu bahwa mereka sudah putus.  Aku saat itu tidak tahu harus bersikap apa. Aku sudah  bisa melupakan sedikit rasa sakit itu. Rasa sakit yang hilang tapi tidak dengan rasa cinta.

“Percayalah. Untuk orang yang sangat kau cintai. Bagaimanapun dia menyakitimu selalu ada alasan bagimu untuk memaafkannya”
Akhirnya aku berhasil mendekatinya lagi. Aku menang! Dia bilang sudah tidak ingin lagi mengenalku tapi pada akhirnya dia menarik perkataannya. Hanya saja sekarang aku sudah tidak berminat lagi untuk segera mendapatkannya.

Seperti pepatah Jepang “Jatuh tujuh kali, berdiri delapan kali”. Artinya teruslah mencoba. Jika kamu gagal dalam suatu kompetisi misalnya. Bukan karena kamu tidak berbakat. Tapi memang kamu belum saatnya menang. Kamu harus koreksi diri apa kekuranganmu.

Berani Memulai dan Jangan Gengsi

Kita mungkin mengenal salah satu Band paling populer di Indonesia. Yaitu Peterpan yang sekarang berganti nama menjadi Noah. Mereka juga dulu tidak langsung terkenal. Ariel sang vokalis sempat gonta-ganti band.
Sebelum menjadi salah satu band yang digilai mereka pernah tampil di cafe-cafe dan hanya dibayar satu piring nasi goreng. Apakah mereka malu? Apakah gengsi?

Tidak ada Kesuksesan yang Instan

            Tau Wali Band? Di album pertema mereka tidak begitu populer. Tapi saat di album kedua mereka begitu terkenal dan sering tampil di TV. Kesuksesan itu bertahap. Jika kamu menginginkan sesuatu memang terkadang tidak bisa langsung kamu dapatkan. Tapi harus berjuang dan menunggu sebentar. Percayalah satu hal “Nothing is impossible”

            Terkadang juga sesuatu yang terlalu mudah akan membuat kita mudah juga kehilangan hal tersebut. Contohnya beberapa artis di situs Youtube yang terkenal karena sensasi dan kemudian hilang tenggelam dimakan waktu.

            “Jika itu terlalu mudah, artinya ada sesuatu yang salah”

            Contoh ketika mengerjakan soal matematika. Kamu tidak sendiri jika ada perasaan janggal ketika begitu sangat mudahnya bagimu untuk mengerjakan soal itu. Ketika di cek? Voila! Ternyata jawaban kamu salah. Sungguh, kamu tidak sendiri.

            Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Jika dulu ada yang bilang ke orang-orang kalau kita bisa terbang ke luar angkasa mungkin orang itu akan dianggap gila. Tapi pada akhirnya? Manusia bisa ke luar angkasa kan?

            Jadi, apa lagi yang mematahkan semangatmu? Jika kamu menginginkan sesuatu kamu bisa dapatkan!

            

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...